Pelajaran Dari Orang Cakep Di Awal Tahun

Hari ini hari ketiga di tahun yang baru. 2017 tadinya adalah pertambahan satu angka yang tidak terlalu saya pedulikan. Kenyataaannya toh hidup terus berjalan. Seperti pergantian tahun-tahun yang lalu pergantian angka tahun tidak memberikan perubahan yang cukup signifikan. Kehebohan penduduk bumi dengan adanya pergantian yang akhirnya mengusik saya. Setiap orang sepertinya sibuk membuat resolusi. Setiap orang membuat planning hidup. Saya? Awalnya cuek saja. Saya mungkin sudah menjadi apatis dan tidak peduli. Banyak keinginan tahun-tahun yang lalu yang tidak tercapai. Hidup berjalan monoton atau berjalan standar – standar saja. Kalau pun saya berhasil melewati kesulitan hidup, itu hanya untuk posisi bertahan, survive dan belum keluar dari tempurung . Putus asa? Tidak juga. Saya hanya menjalani hidup begitu saja… bekerja, mencari nafkah untuk bertahan hidup. Kemudian mengambil kesimpulan bahwa hidup ya begitu saja, mengerjakan tanggung jawab yang mesti dijalani.

Ahh… apakah saya menjadi orang yang masa bodoh? Yang penting hidup. Mungkin sehari kemarin saya masih begitu, bahkan cenderung protes dalam diam. Lelah bertahun yang membuat bosan. Akhirnya.. ya udahlah jalanin aja. Jadi ketika orang lain sibuk dengan rencana tahun baru, saya cuek aja toh setiap hari sama saja ya mesti dilakoni. Sampai di detik tertentu jam delapan malam hari kedua di tahun yang baru, kebosanan saya mengajak saya untuk cari orang cakep. Cakep dalam artian mengena di hati dan ada isinya. Haha… pasti dong saya tidak akan mencarinya di dunia nyata. Saya bukan tipikal orang yang mudah untuk tertarik pada orang lain dengan hanya melihat secara fisik. Saya harus bisa merasakan sisi baik dan bobot pengetahuan yang dimiliki orang itu disamping secara tampilan juga cakep, baru bisa dibilang cakep. Kalau hanya luarnya saja ahh.. lewat deh.

Saya berhasil melihal sisi cakep dari Takuya Kimura yang saat itu kebetulan berhasil mengena di hati  (jadi nge-fansnya ga permanen ya). Entah kenapa film-film yang diperankannya ada pelajaran bagus yang bisa saya ambil dan coba saya jadikan pembelajaran dalam hidup saya. Saya berhasil menuntaskan “priceless” yang dibuat dalam 10 episode. Tentang seorang pria muda mapan yang berada di puncak karir, punya pacar cantik dan kaya, dengan gaya hidup yang sepertinya tidak khawatir dengan uang. Tetapi secara tiba – tiba harus jatuh miskin. Tidak punya tempat tinggal, tidak punya uang, dan tidak punya pekerjaan. Apakah keberuntungannya habis? Ini bukan hanya faktor keberuntungan. Film ini mengajarkan banyak hal. Termasuk tidak ada yang tak mungkin. Impian bisa saja dicapai dengan usaha yang gigih.  Ada kenikmatan ketika menjalani proses. Menikmati… mensyukuri… berteman… merasakan yang dirasakan orang lain. Toh kesuksesan hanyalah perpindahan roda. Bahagia sebenarnya adalah ketika bisa menyukuri hidup dan menikmatinya. Menikmati ada orang-orang yang selalu dekat bagaimanapun keadaan kita. Tidak sendirian menjalani hidup. Not feeling lonely, karena kitapun bisa berempati dan berbuat untuk membantu orang lain.

Dikaitkan kembali dengan euphoria tahun baru. Apakah saya harus kembali menjadi apatis dan masa bodoh. Ya.. ini kebetulan saja lagi momen pergantian tahun. Perubahan sebetulnya bisa kapan saja. Saya punya resolusi yaitu berubah! Resolusi pertama adalah menancapkan ‘Harapan’. Tak ada yang tidak mungkin, nothing imposible. Impian itu bukan untuk nanti – nanti, tapi untuk saat ini. Diwujud dengan usaha. Bukan  hanya planning tapi juga menjalankan perencanaan. Yakinlah pada proses yang maksimal, insya Allah hasil akan mengikuti.

Ahh… terima kasih, nonton pelem ternyata bukan hanya hiburan. Dapet pula pelajaran dari orang cakep dan orang – orang cakep di sekitarnya. Mari menancapkan keyakinan, optimis, smile,cheers.. keep moving forward. Arigatou 🙂

*Mel030117

priceless-eat-ramen-soup

Toh kesuksesan hanyalah perpindahan roda. Bahagia sebenarnya adalah ketika bisa menyukuri hidup dan menikmatinya. Menikmati ada orang-orang yang selalu dekat bagaimanapun keadaan kita. Tidak sendirian menjalani hidup. Not feeling lonely, karena kitapun bisa berempati dan berbuat untuk membantu orang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s